Bertahan Untuk Papa
Dia duduk terdiam di
kursi teras sambil menetaska air mata. Gadis belia itu tampak sangat tertekan
dengan semua yang terjadi dalam hidupnya. Cukup menyedihkan memang, gadis yang
masih kelas delapan SMP harus menanggung beban seberat itu. Wajarnya, saat ini
ia sedang bersenang – senang dengan teman – teman sebaya. Terkadang dibenaknya
terbersit niat untuk pergi selamanya dari dunia, namun ia tak tega tinggalkan
sesorang yang sedang berbaring di pavilium rumah sakit itu. Seorang yang sangat
berharga dan ia sayangi, yang telah mengukir jiwa raganya. Seorang pria dewasa
yang sangat berjasa.
Papa
sedang sakitnya, Leony adalah putri tunggal. Papa dan mamanya telah bercerai
sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Hampir satu minggu Papa Leony
dinyatakan terkena stroke. Hampir satu minggu pula ia tak masuk sekolah, karena
ia harus mengurusi segala keperluan papa. Ia tak mungkin menggantungkan segala
urusannya kepada saudara, karena mereka juga memiliki kesibukan masing –
masing. Memang, sesekali saudara – saudaranya menjenguk papa. Masalah yang
harus ia hadapi bukan perkara mudah, selain menjaga papa, Leony juga harus
mengurusi bisnis.
“Baik pak, saya akan
menemui anda”, Ucap Leony saat sedang berbicara dengan seseoarang dari ponsel. Tak
lama setelah itu, ia pergi meninggalkan rumah sakit untuk memenuhi undangan si
penelpon, dengan menaiki sebuah taksi. Setelah berjumpa di tempat yang sudah
tentukan. Tanpa membuang banyak waktu, mereka langsung membicarakan hal
penting.
“
Saya tidak paham dengan semua ini pak. Saya bukan seorang pengusaha yang mengerti
tentang bisnis ” Kata Leony
“
Saya tahu itu, tapi selama Pak Fredo sakit keputusan ada di tangan nona. Kondisi
perusahaan sedang kritis, nona harus segera bertindak cepat dan bijak ”
“
Kalau begitu jual saja perusahaan itu ”
“
Apa nona tidak salah mengambil keputusan ??? Pak Fredo sudah merintih bisnis
dari zero hingga sebesar ini. Kenapa nona membuat keputusan seperti itu ??? ”
“
Saya harus selamatkan karyawan – karyawan papa. Mungkin sisa keuntungan dari
menjual perusahaan, bisa digunakan untuk membuat usaha kecil – kecilan ”
“
Baiklah, jika itu telah menjadi kehendak nona. Akan saya lakukan ”
***
“I Will Survive”. Dalam perjalanan
kembali ke rumah sakit, tak sengaja Leony mendengarkan penggalan lagu itu, saat
dinyanyikan pengamen kecil, yang sedang mencari sedikit uang di perempatan
jalan. Lagu itu telah padamkan luka dan beban yang ada, yang telah membakar
seluruh jiwa. Menggantinya dengan semangat berjuang untuk bertahan dalam
kehidupan yang kini tak sesuai dengan harapan. Setelah mendengar lagu itu,
Leony lebih bisa meneriman dan tak terlalu meratapi segala yang telah terjadi.
Ia juga sadar jika di dunia ini banyak orang yang lebih tidak beruntung jika
dibandingkan dengannya.
“Hari ini, aku disini berjuang untuk
bertahan” rangkain kata itulah yang sakarang menjadi semboyan Leony. Semboyang
yang digunakan untuk lewati semua tantangan kehidupan dan semua masalah yang
ada dalam hidupnya. Sekarang ia sudah bisa menghapuskan segala rasa perih dihati
yang muncul karena beban berat yang harus dihadapinya. Sampai di rumah sakit,
sebisa mungkin Leony berusaha terlihat tegar di hadapan papa yang baru saja
bangun dari tidurnya.
“
Leony…”
“
Iya pa. Ada apa ??? ”
“
Maafkan Papa yan nak, papa sudah menyusahkan kamu. Papa buat kamu repot ”
“
Pa,,, semua ini adalah cobaan dari Tuhan. Kuambil hikmah-Nya, dan kucoba untuk
hadapi. Hal ini bisa membuatku menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya
pa. Udahlah papa jangan mikir yang berat - berat”
“
Kamu anak papa yang sangat baik Loeny. Papa sayang kamu ”
“
Leonya juga sayang papa. Papa cepat sembuh ya ”
“
Iya. Papa akan berusaha cepat sembuh, demi putri papa ”
Leony
sangat senang karena ia bisa berbagi semangat baru yang ia miliki dengan papa.
Sedangkan papa sangat bersyukur dan bangga mempunyai putri seperti Leony. Kini
meskipun kehidupan mereka tak lagi seperti dulu, mereka cukup bahagia kerena
Tuhan masih mengijinkan mereka untuk saling memiliki dan bertahan dalam
kehidupan yang tak mudah seperti saat ini. Leony keluar untuk membeli satu
balon, menuliskan “Kau berikan kekuatan” di balon itu lalu melepaskanya ke
langit biru.
Komentar
Posting Komentar