Ada Hati Yang Tertinggal
Untuk Tiana
Di hadapan kalian aku memperkenalkan diriku sebagai Pampam, panggilan kesayangan dari kasihku. Tujuannya simpel, agar aku selalu ingat jika aku adalah pria yang telah memiliki pasangan dan tidak akan terlibat cinta di lokasi kerja. Ok di surat ini aku akan memperkenalkan diriku yang sebenarnya. Namaku Hendyan Wijaya, teman-teman kampus dan di kantor biasa memanggilku Hend, tapi sudahlah biarkan aku menjadi sosok Pampam yang kamu kenal selama ini. Toh apalah arti sebuah nama? sejatinya nama hanya sebuah sapaan, meski banyak orang yang beranggapan jika nama adalah doa. Kau perlu tahu wanita muda, usahaku tak berarti setelah mengenalmu. Aku bukannya lupa jika telah memiliki seorang kekasih, tapi aku tidak bisa menahan hastraku untuk suka dengan gadis SMA yang kulihat begitu bersahaja dan ceria. Tawamu yang renyah membuatku selalu ikhlas untuk menjadi bahan candaan untukmu. Aku tidak sedang membual, perlu diingat bahwa aku adalah mahasiswa desain grafis, bukan ilmu perpuisian. Oh ya, ketika Head Fotografer kantor bilang aku dapat tugas di Trenggalek, ku kira aku akan ke luar pulau. Huh ternyata Trenggalek itu masih di Pulau Jawa, sekecil itu ya kotamu.
14 hari di kota itu memberiku kesan yang sangat menarik, atau bisa dibilang istimewa. Tidak pernah ku rasa sebelumnya tempat lain, sekarang aku merasa ingin pulang tapi bukan pulang ke kota asalku. Aku ingin pulang ke kotamu. Lucu bukan, ingin pulang tapi ke kota orang. Saat kalian mengatar aku dan Ray ke Termial aku tahu kalian menangis, aku lihat itu dari jendela. Maaf sengaja aku tidak turun untuk menghentikan tangis kalian, agar setiap air mata yang jatuh di pipi kalian menjadi doa untuk kami. Tiana aku pasti akan kembali meski tidak tahu kapan, tapi aku pasti kembali karena itu menjadi sumpahku. Aku akan kembali sebagai teman, bukan sahabat. Karena yang ada di dunia ini adalah teman hidup. Tiana, ada hati yang tertinggal di kota kecilmu.
Dengan tangan bergedar, Tiana membaca surat itu. Perlahan air matanya menetes, tak tahu harus berbuat apa. Ia merasa kehilangan seseorang yang bahkan belum ia miliki. Meskipun berpisah bukan berarti mereka tak dapat berkomunikasi, namun jika mereka tetap berkomunikasi mungkin akan ada hati yang terlukai. Sebagai wanita Tiana tak ingin terluka, ia percaya akan karma.
Komentar
Posting Komentar